MAKNA HARTA ADALAH MIRING
Sebagai seorang hamba Allah yang
selalu mengabdi, maka seharusnya perlu memahami apa itu sebenarnya harta dalam
fiqh Muamalat. Memang semua manusia didunia ini sudah mengenal yang namanya
Harta, kecuali orang-orang yang tidak berakal yang tidak mengenal harta. Harta
adalah segala sesuatu didunia yang dapat manusia rasakan dan memanfaatkannya
dalam kehidupannya.
Sebelum melanjutkan pemahaman tentang
harta, maka seperti yang telah dikatan oleh seorang Doktor Ekonomi Syariah IAIN
Ambon, yang merupakan satu-satunya doktor dibidang Ekonomi Syariah yang ada di
IAIN Ambon. Beliau pernah mengatakan bahwa dalam memahami Fiqh Muamalat, maka
harus mengetahui apakah itu Muamalat. Muamalat adalah segala bentuk Perbuatan
yang dilakukan manusia dalam hal mencari rezeki Allah. Tujuan bermuamalah
adalah untuk mendapat amal, sedangkan amal itu sendiri adalah perbuatan baik dalam
segala hal.
Untuk mengetahui amal, terlebih
dahulu sebagai penulis artikel ini ingin bercerita yang membuat para pembaca
pikirannya terbuka terhadap apakah itu harta yang sebenarnya. Ketika penulis
telah berkumpul dalam suatu ruangan hampir semua teman-temanku enjoy dalam
mengikuti Program Study Fiqih Muamalat, hal ini penulis beranggapan bahwa mungkin
karena penjelasan Dosen yang dapat dikatakan “Very Good”. Ketika itu dalam
ruangan yang penuh dengan kesejukan yang memang dianggap sangat sejuk dibanding
ruangan Kuliah yang lain. Namun, ruangan ini dapat dipertanyakan dimanakah
ruangan kuliah yang sejuk itu?. Kenyataannya ruangan kuliah terutama ruangan
kuliah Fakultas Ekonomi Syariah ini memang penuh dengan AC loh, semua ruangan
ada AC-nya. Akan tetapi masih dalam proses perbaikan, jadi jangan menganggap
ruang kuliah walaupun punya AC tapi tidak berguna.
Lanjut pada pembahasan Fiqih Muamalat
diatas, dalam rungan yang penuh kesejukan tersebut telah menciptakan sebuah
istilah 3D + SK. Maksud dari 3D + SK ini adalah “Datang Duduk Dengar + Senyum
Ketawa”. Istilah ini muncul ketika dekan Fakultas Syariah telah menyebutkan bahwa
dalam Islam ada 5 fungsi Maqosyidus-Syariah. Fungsi Maqosyidus-Syariah yang
dimaksud antara lain:
1. Berfungsi untuk
menyelamatkan agama “menurut dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam”
menyelamatkan agama bukan hanya untuk menyelamatkan agama Islam, namun
menyelamatkan semua agama, sehingga penulis menyimpulkan bahwa penyelamatan
agama ini adalah agama yang memang Allah telah Turunkan melalui para rasulnya
yang harus dijaga.
2. Menyelamatkan
nyawa; nyawa yang dimaksud adalah semua makhluk yang merupakan ciptaan Allah,
baik hewan, tumbuhan, dan manusia itu sendiri yang telah diberi tugas untuk
menjaga semua makhluk di bumi.
3. Menyelamatkan
keturunan; ketika manusia ingin menyelamatkan keturunannya, yang harus
dilakukan terlebih dahulu adalah melaksanakan fungsi dan tujuan pertama dan
kedua. Alasannya ketika manusia keimanannya runtuh maka secara otomatis fungsi
kedua ikut runtuh, sehingga menyebabkan ketirunan manusia tidak akan tercipta.
4. Menyelamatkan
harta; dalam penyelamatan harta berarti sudah pasti menyelamatkan keturunan.
Keturunan adalah harta titipan Allah yang harus dijaga manusia sebagai penerima
amanah.
5. Menjaga akal;
akal manusia terjaga ketika menusia telah menjaga keempat fungsi dan tujuan
Maqosyidus-Syariah.
Setelah selesai menyebutkan fungsi
dan tujuan Maqosyidus-Syariah diatas, sebagai pembaca pasti sudah mengetahui
apakah itu harta, maka secara langsung pembaca telah menemukan jawanan yang
dimaksud harta pada point ke emmpat diatas. Namun dalam pengertian filosofisnya
harta adalah miring, sedangkan dalam Fiqih harta dikenal dengna sebutan
Al-Maal, Al-Amwal, dan Malin.
Nah sudah sampai pada penjelasan
intinya wahai para pembaca artikel ini, makna harta yang berarti “miring”,
Doktor DJumadi mengatakan bahwa harta diartikan miring karena dengan harta membuat
manusia tidak tau malu, membuat manusia gila sehingga miring otaknya, dan juga
lupa akan pencipta akibat karena gila/hilang akal akibat harta. Beliau
memberikan contoh yang membuat teman-teman tertawa terbahak-bahak ketika ia
menjelaskan, penjelasannya seperti ini;
“seorang artis tidak tau malu itu
disebabkan karena harta (dalam penjelasannya ini beliau jelaskan bersamaan
dengan beberapa praktik lucu sehingga teman-teman memunculkan suatu gerakan
yang saya beri 3D + SK) , seorang pejabat juga lupa diri bahwa pekerjaan yang
diberikan adalah amanah itu karena orientasinya adalah harta. Padahal semua
harta itu adalah milik Allah yang diberikan kepada hambanya melalui hambanya
pula. Sebagai contoh; ketiak manusia memiliki harta yang banyak maka harus dikenakan
zakat tujuannya agar harta tersebut dapat terbagi pada orang yang miskin”.
Selain penjelasan ini adapula penjelasan lain pernah beliau sebutkan tentang
pemahaman dalam beramal terutama dalam melaksanakan sholat. Menurutnya ketika
beliau melaksanakan sholat di masjid, dalam sholatnya menjadi tidak khusyu ini
diakibatkan karena akal manusia yang memahami salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar