SAYA ARSYAD MENGUCAPKAN "SELAMAT DATANG ANDA TELAH BERKUNJUNG"

blibli.com

fashion pria

Rabu, 09 Maret 2016

Makna Harta Dalam Filosofis



MAKNA HARTA ADALAH MIRING

Sebagai seorang hamba Allah yang selalu mengabdi, maka seharusnya perlu memahami apa itu sebenarnya harta dalam fiqh Muamalat. Memang semua manusia didunia ini sudah mengenal yang namanya Harta, kecuali orang-orang yang tidak berakal yang tidak mengenal harta. Harta adalah segala sesuatu didunia yang dapat manusia rasakan dan memanfaatkannya dalam kehidupannya.
Sebelum melanjutkan pemahaman tentang harta, maka seperti yang telah dikatan oleh seorang Doktor Ekonomi Syariah IAIN Ambon, yang merupakan satu-satunya doktor dibidang Ekonomi Syariah yang ada di IAIN Ambon. Beliau pernah mengatakan bahwa dalam memahami Fiqh Muamalat, maka harus mengetahui apakah itu Muamalat. Muamalat adalah segala bentuk Perbuatan yang dilakukan manusia dalam hal mencari rezeki Allah. Tujuan bermuamalah adalah untuk mendapat amal, sedangkan amal itu sendiri adalah perbuatan baik dalam segala hal.
Untuk mengetahui amal, terlebih dahulu sebagai penulis artikel ini ingin bercerita yang membuat para pembaca pikirannya terbuka terhadap apakah itu harta yang sebenarnya. Ketika penulis telah berkumpul dalam suatu ruangan hampir semua teman-temanku enjoy dalam mengikuti Program Study Fiqih Muamalat, hal ini penulis beranggapan bahwa mungkin karena penjelasan Dosen yang dapat dikatakan “Very Good”. Ketika itu dalam ruangan yang penuh dengan kesejukan yang memang dianggap sangat sejuk dibanding ruangan Kuliah yang lain. Namun, ruangan ini dapat dipertanyakan dimanakah ruangan kuliah yang sejuk itu?. Kenyataannya ruangan kuliah terutama ruangan kuliah Fakultas Ekonomi Syariah ini memang penuh dengan AC loh, semua ruangan ada AC-nya. Akan tetapi masih dalam proses perbaikan, jadi jangan menganggap ruang kuliah walaupun punya AC tapi tidak berguna.
Lanjut pada pembahasan Fiqih Muamalat diatas, dalam rungan yang penuh kesejukan tersebut telah menciptakan sebuah istilah 3D + SK. Maksud dari 3D + SK ini adalah “Datang Duduk Dengar + Senyum Ketawa”. Istilah ini muncul ketika dekan Fakultas Syariah telah menyebutkan bahwa dalam Islam ada 5 fungsi Maqosyidus-Syariah. Fungsi Maqosyidus-Syariah yang dimaksud antara lain:
1.      Berfungsi untuk menyelamatkan agama “menurut dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam” menyelamatkan agama bukan hanya untuk menyelamatkan agama Islam, namun menyelamatkan semua agama, sehingga penulis menyimpulkan bahwa penyelamatan agama ini adalah agama yang memang Allah telah Turunkan melalui para rasulnya yang harus dijaga.
2.      Menyelamatkan nyawa; nyawa yang dimaksud adalah semua makhluk yang merupakan ciptaan Allah, baik hewan, tumbuhan, dan manusia itu sendiri yang telah diberi tugas untuk menjaga semua makhluk di bumi.
3.      Menyelamatkan keturunan; ketika manusia ingin menyelamatkan keturunannya, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah melaksanakan fungsi dan tujuan pertama dan kedua. Alasannya ketika manusia keimanannya runtuh maka secara otomatis fungsi kedua ikut runtuh, sehingga menyebabkan ketirunan manusia tidak akan tercipta.
4.      Menyelamatkan harta; dalam penyelamatan harta berarti sudah pasti menyelamatkan keturunan. Keturunan adalah harta titipan Allah yang harus dijaga manusia sebagai penerima amanah.
5.      Menjaga akal; akal manusia terjaga ketika menusia telah menjaga keempat fungsi dan tujuan Maqosyidus-Syariah.
Setelah selesai menyebutkan fungsi dan tujuan Maqosyidus-Syariah diatas, sebagai pembaca pasti sudah mengetahui apakah itu harta, maka secara langsung pembaca telah menemukan jawanan yang dimaksud harta pada point ke emmpat diatas. Namun dalam pengertian filosofisnya harta adalah miring, sedangkan dalam Fiqih harta dikenal dengna sebutan Al-Maal, Al-Amwal, dan Malin.
Nah sudah sampai pada penjelasan intinya wahai para pembaca artikel ini, makna harta yang berarti “miring”, Doktor DJumadi mengatakan bahwa harta diartikan miring karena dengan harta membuat manusia tidak tau malu, membuat manusia gila sehingga miring otaknya, dan juga lupa akan pencipta akibat karena gila/hilang akal akibat harta. Beliau memberikan contoh yang membuat teman-teman tertawa terbahak-bahak ketika ia menjelaskan, penjelasannya seperti ini;
seorang artis tidak tau malu itu disebabkan karena harta (dalam penjelasannya ini beliau jelaskan bersamaan dengan beberapa praktik lucu sehingga teman-teman memunculkan suatu gerakan yang saya beri 3D + SK) , seorang pejabat juga lupa diri bahwa pekerjaan yang diberikan adalah amanah itu karena orientasinya adalah harta. Padahal semua harta itu adalah milik Allah yang diberikan kepada hambanya melalui hambanya pula. Sebagai contoh; ketiak manusia memiliki harta yang banyak maka harus dikenakan zakat tujuannya agar harta tersebut dapat terbagi pada orang yang miskin”. Selain penjelasan ini adapula penjelasan lain pernah beliau sebutkan tentang pemahaman dalam beramal terutama dalam melaksanakan sholat. Menurutnya ketika beliau melaksanakan sholat di masjid, dalam sholatnya menjadi tidak khusyu ini diakibatkan karena akal manusia yang memahami salah.

Tidak ada komentar: